Latest News

Featured
Featured

Gallery

Technology

Blogger news

Games

Recent Posts

Saturday, May 23, 2020

*Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H*

Ucapan Yang Sama Dari *J.Marsello Ginting & Kel* Kepada Temans di *WAG* ini
[https://sobatmarsello.blogspot.com/2020/05/selamat-hari-raya-idul-fitri-1-syawal.html]

Sunday, February 2, 2020

Jangan menyerah dengan keadaan kenapa saya miskin, kenapa saya susah, kapan saya sukses, kapan saya berhasil.


"KATAK DAN AIR MENDIDIH"

Tempatkan Katak ke dalam panci di atas kompor, isi dengan air dan mulai panaskan air.
Saat suhu air mulai meningkat, Katak menyesuaikan suhu tubuhnya dengan suhu air.

Katak terus menyesuaikan suhu tubuhnya dengan meningkatnya suhu air. Hanya ketika air akan mencapai titik didih, Katak tidak dapat menyesuaikan lagi Pada titik ini, Katak memutuskan untuk melompat keluar.

Katak mencoba untuk melompat, tetapi tidak dapat melakukannya, karena telah kehilangan semua kekuatannya saat menyesuaikan diri dengan suhu air yang terus meningkat. Akhirnya Katak mati.

Apa yang membunuh katak?

Pikirkanlah!

Mungkin sebagian orang berkata dari air mendidih. Tapi sesungguhnya yang membunuh Katak adalah ketidakmampuan dirinya untuk memutuskan kapan harus MELOMPAT keluar.

Demikian juga dengan kondisi kita sekarang...
Ketika kita harus MELOMPAT dari zona nyaman kita, Jangan menunggu hidupmu berubah
Tapi berusahalah mencari peluang agar hidupmu berubah.

Jangan menyerah dengan keadaan kenapa saya miskin, kenapa saya susah, kapan saya sukses, kapan saya berhasil.

Jangan meratapi kehidupan dengan pertanyaan diatas, berhentilah menyesuaikan diri. Mulailah MELOMPAT mencari dan mencoba sesuatu yang baru, jangan pernah takut untuk mencoba...

Lebih baik gagal karna mencoba, dari pada mati karna menunggu...

Wednesday, June 5, 2019

Keluarga JMG Saat Rekreasi Bersama Keluarga Di Sawangan Tangsel

Saturday, February 16, 2019

Renungan Untuk Peringatan Arwah Yang Telah Meninggal




Orang kaya dan Lazarus yang miskin Lukas 16:14-31- Bacaan I
14  Setelah mendengar kata-kata Yesus itu, orang-orang Farisi yang cinta uang mulai mengejek dia.+ 15  Maka, Yesus berkata kepada mereka, ”Kalian memberi kesan kepada orang-orang bahwa kalian berbuat benar,+ tapi Allah tahu isi hati kalian.+ Apa yang dianggap penting di mata manusia sebenarnya menjijikkan di mata Allah.+16  ”Taurat dan Tulisan Para Nabi diberitakan sampai zaman Yohanes. Sejak waktu itu, Kerajaan Allah diberitakan sebagai kabar baik, dan setiap orang berupaya keras untuk masuk ke sana.+ 17  Ya, sekalipun langit dan bumi lenyap, tidak mungkin ada satu huruf atau satu titik pun dari Taurat yang tidak terwujud.+18  ”Kalau seseorang menceraikan istrinya dan menikahi wanita lain, dia berzina. Orang yang menikahi wanita yang diceraikan suaminya itu juga berzina.+19  ”Ada seorang pria kaya. Bajunya dari kain ungu dan kain linen yang mahal. Tiap hari dia hidup senang dan mewah. 20  Ada pengemis bernama Lazarus yang sering dibawa ke depan gerbang rumah orang kaya itu. Badannya penuh bisul. 21  Pengemis itu ingin mengisi perutnya dengan sisa makanan yang jatuh dari meja orang kaya itu. Bahkan anjing-anjing sering datang dan menjilati bisulnya.22  Belakangan, pengemis itu mati dan para malaikat membawanya ke sisi Abraham.*”Orang kaya itu juga mati dan dikubur. 23  Ketika sedang menderita di Kuburan,* dia memandang ke atas dan dari jauh melihat Abraham dan Lazarus di sisinya.* 24  Maka dia berseru, ’Bapak Abraham, kasihanilah saya. Suruh Lazarus mencelupkan ujung jarinya ke air dan menyejukkan lidah saya. Saya sangat menderita dalam api yang berkobar ini.’ 25  Tapi Abraham berkata, ’Nak, ingatlah bahwa selama hidupmu kamu mendapat banyak hal baik, tapi Lazarus mendapat hal-hal buruk. Sekarang dia sedang dihibur di sini, tapi kamu sangat menderita. 26  Selain itu, ada jurang besar yang dibuat di antara kami dan kalian. Dari sini tidak ada yang bisa pergi ke tempat kalian. Dari sana juga tidak ada yang bisa menyeberang ke tempat kami.’ 27  Lalu dia berkata, ’Kalau begitu, saya mohon Bapak menyuruh dia ke rumah ayah saya. 28  Saya masih punya lima kakak adik. Suruhlah dia memperingatkan mereka supaya mereka tidak masuk juga ke tempat siksaan ini.’ 29  Tapi Abraham berkata, ’Mereka punya tulisan Musa dan Para Nabi. Mereka bisa mendengarkan semua itu.’+ 30  Lalu dia berkata, ’Mereka tidak akan mendengarkan itu, Bapak Abraham. Tapi kalau ada orang mati yang hidup lagi dan menemui mereka, mereka akan bertobat.’ 31  Tapi Abraham berkata, ’Kalau mereka tidak mendengarkan tulisan Musa+dan Para Nabi, mereka juga tidak akan mendengarkan orang mati yang hidup lagi.’”











  Bacaan II   1 Korintus 15: 12-23
12  Kalau kita memberitakan bahwa Kristus sudah dibangkitkan dari antara orang mati,+ kenapa di antara kalian ada yang bilang bahwa tidak ada kebangkitan bagi orang mati? 13  Seandainya kebangkitan bagi orang mati memang tidak ada, dulu Kristus juga tidak dibangkitkan. 14  Tapi kalau Kristus tidak dibangkitkan, pemberitaan kita sia-sia, dan iman kalian juga sia-sia. 15  Selain itu, kalau orang mati memang tidak dibangkitkan, Allah tidak membangkitkan Kristus juga, dan itu berarti kita memberikan kesaksian palsu tentang Allah,+ karena kita bersaksi bahwa Dia membangkitkan Kristus.+ 16  Kalau orang mati memang tidak dibangkitkan, Kristus juga tidak dibangkitkan. 17  Lalu kalau Kristus tidak dibangkitkan, iman kalian sia-sia, dan kalian tetap berdosa.+18  Itu juga berarti bahwa orang yang tidur dalam kematian sebagai orang yang bersatu dengan Kristus sudah binasa.+ 19  Kalau harapan kita sebagai pengikut Kristus hanya untuk kehidupan yang sekarang, kitalah yang paling malang di antara semua orang.20  Tapi sekarang, Kristus sudah dibangkitkan dan menjadi yang pertama dibangkitkan* dari antara orang yang sudah tidur dalam kematian.+ 21  Sama seperti kematian ada karena satu orang,+kebangkitan bagi orang mati ada karena satu orang.+ 22  Semuanya mati karena Adam,+ dan semuanya akan dihidupkan karena Kristus.+ 23  Tapi, setiap orang dibangkitkan sesuai dengan urutannya: Kristus adalah yang pertama,*+ lalu selama kehadirannya, orang-orang milik Kristus.





 Namun dari manakah kita dapat mengerti Alkitab? Dari Roh Kudus. Roh Kudus memimpin kita ke dalam arti yang sesungguhnya dari Alkitab. Melalui Alkitab kita dipimpin seluruhnya ke dalam pengenalan akan Yesus Kritus. Melalui Kristus kita mengenal Allah Bapa yang sesungguhnya. Dengan perkataan lain, kunci kita mengenal Alkitab adalah Roh Kudus; Kunci kita mengenal Yesus Kristus adalah Alkitab;  dan kunci kita mengenal Allah Bapa adalah Yesus Kristus. Dengan demikian kita mengenal Allah melalui Kristus; kita mengenal Kristus melalui Firman-Nya, dan kita mengerti Firman melalui Roh Kudus.Kita mengenal Roh Kudus dari hubugan/relasi kita dgn Allah,kita hanya bisa berelasi dgn Allah hanya dlm Roh karena Allah itu ROH ADANYA.

Yang membuat PENTING suatu berita adalah: 1)Dari Mana Berita,2)Siapa membawa berita,3)Kepada Siapa berita itu disampaikan,4)Berita itu tentang APA.5)Apa dan dari mana kita mengerti 1sd 4 karena ROH.
[5:58 AM, 2/16/2019] J. Marsello Ginting: Manusia itu penting:suara-kalau sso mengetuk rmh,wajah-berubah ttp sama,suratan tangan,Roh,mata,tangan,pikiran,dll

Bgm Tuhan menyiapkan dunia tehnologi ini sehingga semua jd simpel,tdk perlu meja,tdk perlu beli tinta,bahkan sy menulis sambil tidur.kita bisa merenungkan Firman Tuhan siang dan malam.




"...Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk."  Lukas 16:25a

Kisah tentang orang kaya dan Lazarus yang miskin ini menjadi peringatan bagi umat Tuhan di akhir zaman ini.  Banyak ayat dalam Alkitab begitu tegas menegur dan memperingatkan orang kaya.  Yesus berkata, "...sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.  Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."  (Matius 19:23-24). 

     Ternyata tidak mudah bagi orang kaya masuk sorga.  Bukan berarti orang kaya yang sudah menikmati banyak kesenangan di bumi tidak bisa menikmati sorga pula.  Orang-orang kaya yang hatinya hanya tertuju pada hartanya itulah yang menyulitkan mereka masuk sorga, seperti tertulis: "Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada."  (Matius 6:21).  Orang kaya yang digambarkan dalam ayat nas di atas adalah orang kaya yang egois; hidupnya hanya berpusat pada diri sendiri dan tidak pernah berbuat baik, padahal Tuhan sudah memberi kesempatan kepadanya untuk berbuat baik yaitu melalui Lazarus yang sakit dan miskin, yang untuk makan saja mengharapkan sisa makanan dari orang kaya itu.  Karena penderitaan dan sakit penyakit Lazarus meninggal.  Orang kaya pun meninggal.  Tapi nasib keduanya jauh berbeda.  Lazarus yang mengalamai penderitaan di bumi memperoleh kemuliaan bersama Tuhan, karena meski di dunia menderita ia tidak melepaskan imannya kepada Tuhan sampai akhir.  Sebaliknya, orang kaya yang bergelimang harta saat di bumi harus mengalami penderitaan kekal, karena selama di bumi yang dipikirkannya hanyalah harta, harta dan harta.  Ia tidak memiliki belas kasih kepada orang miskin.

     Jadi, apalah artinya seseorang memiliki harta yang berlimpah-limpah bila akhirnya harus mengalami kebinasaan kekal?  Namun, miskin dan menderita di bumi juga bukanlah ukuran bagi seseorang bahwa ia akan masuk sorga, karena bila menolak anugerah dan keselamatan dari Tuhan ia pun akan binasa.  Sebab penghukuman kekal sudah tersedia bagi siapa pun (kaya atau miskin) yang menolak Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. 

Ini peringatan bagi orang kaya: "...agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang..."  (1 Timotius 6:18-19).






Pertanyaan: Apakah Lukas 16:19-31 merupakan sebuah perumpamaan atau peristiwa yang benar-benar terjadi?

Jawaban: 
Lukas 16:19-31 telah menjadi fokus dari banyak kontroversi. Beberapa orang menganggap kisah orang kaya dan Lazarus sebagai kisah nyata yang benar-benar terjadi. Sementara yang lain menganggapnya sebagai perumpamaan atau alegori semata.

Mereka yang menafsirkan narasi ini sebagai kejadian yang nyata memiliki beberapa alasan untuk menganggapnya demikian. Pertama, kisah ini tidak pernah disebut sebagai perumpamaan. Banyak kisah lain yang diceritakan oleh Yesus memang dirujuk sebagai perumpamaan, seperti halnya perumpamaan mengenai penabur dan benih (Luk 8:4); orang kaya yang bodoh (Luk 12:16); pohon ara yang tidak berbuah (Luk 13:6); dan pesta perkawinan (Luk 14:7). Kedua, kisah orang kaya dan Lazarus ini menggunakan nama yang benar-benar ada. Kekhususan semacam ini membedakannya dari perumpamaan biasa, di mana karakternya tidak bernama.

Ketiga, cerita yang istimewa ini tampaknya tidak sesuai dengan definisi dari perumpamaan itu sendiri, yang merupakan presentasi dari kebenaran rohani dengan menggunakan ilustrasi duniawi. Cerita tentang orang kaya dan Lazarus menyajikan kebenaran rohani secara langsung, tanpa metafora duniawi. Sebagian besar dari kisah ini mengambil lokasi di alam maut, yang bertentangan dengan perumpamaan, yang biasanya dijelaskan dalam konteks duniawi.

Sebaliknya, kelompok lain bersikeras bahwa cerita ini adalah perumpamaan dan bukan kejadian yang benar-benar terjadi. Mereka menunjukkan bahwa praktik standar Yesus adalah dengan menggunakan perumpamaan dalam pengajaran-Nya. Mereka tidak menganggap argumen dari pihak satunya cukup kuat untuk merujuk kisah ini sebagai kisah nyata. Lagipula, ada beberapa aspek dari kisah tersebut yang tampaknya tidak selaras dengan bagian Alkitab yang lainnya. Contohnya, apakah orang di neraka dan orang-orang di surga bisa saling melihat satu sama lain dan saling berbicara antara satu dengan yang lainnya?

Yang terpenting dari kisah ini, baik kejadian nyata atau pun hanya perumpamaan, ajaran di baliknya tetap sama. Bahkan jika kisah ini tidaklah "nyata," namun intinya tetap realistis. Perumpamaan atau bukan, Yesus jelas menggunakan cerita ini untuk mengajarkan bahwa setelah kematian, orang yang tidak tinggal dalam kebenaran akan mengalami pemisahan yang kekal dari Allah.

Mereka akan mengingat penolakan mereka terhadap Injil. Mereka akan berada dalam siksaan. Kondisi mereka saat itu sudah tidak dapat diubah. Dalam Lukas 16:19-31, baik itu cuma perumpamaan ataupun memang kisah nyata, Yesus dengan jelas mengajarkan mengenai keberadaan surga dan neraka, serta tipu daya kekayaan bagi mereka yang bersandar pada kekayaan materinya. 

Wednesday, November 14, 2018

10 cara bijak mengatasi kesombongan



10 cara bijak mengatasi kesombongan

Baru-baru ini seorang teman bertanya bagaimana cara mengatasi sikap kesombongan dalam diri kita. Aku hadirkan renungan ini dan semoga memberi sesuatu bermakna bagi kita semua karena bagaimanapun setiap orang anda dan saya pernah bersikap sombong.

1. Sadarilah bahwa keberhasilan; jabatan atau pekerjaan, harta atau materi bukanlah merupakan hasil dari perjuanganmu semata. Itu juga merupakan peran dari orang lain yang mendukungmu baik lewat doa, bantuan maupun cara yang lain.

2. Berkaitan dengan itu juga sadarilah bahwa Allah “mengutus” orang lain untuk membantu kesuksesanmu dalam hidup. Maka jangan juga lalaikan peran dan campur tangan Allah di dalam hidupmu.

3. Tujuan utama hidup bukanlah mau mencari harta namun mencari kebahagiaan. Karena itu harta tidak akan selalu memberi kebahagiaan bahkan justru sebaliknya membuatmu semakin tinggi hati. Kebahagiaan sejati terletak dalam relasi akrab dengan Allah.

4. Sadarilah bahwa hidup itu bagaikan roda berputar yang berarti tidak selamanya kamu akan menikmati kegembiraan namun juga pada suatu saat kamu akan mengalami sesuatu yang pahit. Karena itu saat kamu dalam singgasana kebahagiaan jangan melupakan orang lain atau jangan meninggalkan mereka.

5. Belajarlah dari ilmu padi yang semakin berisi semakin menunduk (rendah hati). Belajarlah dari kepribadian Yesus yang senantiasa bersikap rendah hati. Ia mengatakan, “Siapa yang meninggikan diri akan direndahkan dan yang merendahkan diri akan ditinggikan. (Lukas 14:11)

6. Kesombongan adalah racun dalam kehidupan bersama sedangkan kerendahan hati adalah madu. Karena itu kamu tidak akan bisa hidup seorang diri melainkan tetap membutuhkan orang lain.

7. Hayatilah imanmu yang mengajakmu senantiasa menghargai ciptaan lain bahkan sekalian mahkluk harus dihargai karena itu juga merupakan ciptaan Allah.

8. Pandanglah sejenak “ke atas.” Itu bisa menjadi renungan untukmu bahwa masih ada “sesuatu” di atasmu. Pasti juga masih ada orang yang lebih hebat darimu karena itu sadarilah kondisi itu.

9. Kesombongan bisa saja menjadikanmu lupa diri dan lupa sejarah hidupmu. Merenunglah sejenak bagaimana kamu bejuang dan mengalami pahit getirnya hidup. Ini akan mengajakmu peduli dengan orang lain.

10. Berdoalah mohon kerendahan hati. Tanpa bantuan Allah dan peran Roh Kudus kamu tidak akan mampu mengatasi kesombongan itu.

Doa
Ya Bapa yang penuh cinta. Syukur atas hari yang baru yang Engkau anugerahkan kepada kami. Semoga kami mampu mengisi hari ini sesuai dengan kehendak-Mu. Dan bimbinglah kami senantiasa agar bersikap rendah hati dalam perkataan dan perbuatan. Dengan demikian kami sungguh menjadi saudara bagi sesama. Demi Kristus Tuhan kami. Amen.



Source : fb Yos'Ivo Ofmcap Yosin


10 Persiapan Praktis Mengikuti Perayaan Ekaristi


INSPIRASI HARI INI (~10 Persiapan Praktis Mengikuti Perayaan Ekaristi~)

Dalam injil (Mat 5:20-26) di katakan, “Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Intinya beragama bukanlah soal pengetahuan, labelitas dan peraturan tetapi penghayatan. Saat ini banyak orang hanya KTP saja (Katolik/Kristen Tanpa Penghayatan). Beberapa umat tidak mempersiapkan hati dengan baik, misalnya membiarkan dirinya dikuasai kemarahan, sakit hati dan tidak segar. Pada saat misa juga asyik mengkotak katik HP. Kita harus merefleksi diri apakah juga sudah memberi diri dan hati demi kesuksesan sebuah perayaan Ekaristi itu? Apakah kamu juga sudah mempersiapkan diri? Apakah kita sungguh mempersiapkan diri untuk menyambut santapan rohani, Tubuh Kristus? Di sini saya men-share beberapa hal yang perlu anda tahu ketika mau ke Gereja dan mau merayakan Ekaristi.

1. Persiapan diri
Anda serius mempersiapkan diri secara fisik. Mandi tentu anda tidak pernah lupa. Memakai pakaian bagus dan necis. Tetapi apakah anda pernah mempersiapkan batin dan hatimu menyambut momen khusus itu, khususnya anda membuka hati akan kedatangan Yesus lewat hosti kudus? Bahkan beberapa di antara kita mungkin tetap memelihara kemarahan, kebencian dan balas dendam saat kamu melangkah masuk ke perjamuan-Nya. Atau juga kadang beberapa keluarga masih sempat bertengkar sebelum berangkat. Bersihkanlah hati dan tenangkan batinmu juga.

2. Rumah Tuhan beda dengan bioskop, mall atau tempat umum lainnya
Saya yakin kamu tahu perbedan dari hal yang saya sebutkan di atas namun kadang dari sikap, kita membuatnya sama saja. Setiakah kamu membuat tanda salib seraya mencelupkan tanganmu ke tempat air kudus yang biasanya tersedia? Apakah kamu berlutut atau menunduk sebagai sikap hormat akan Yesus yang hadir dalam Tabernakel? Dan apakah anda berdoa sejenak sebelum mulai acara perjamuan? Dan bagaima cara jalan, sikap berdiri dan sikap tanganmu saat melangkah ke bangku dan juga selama perayaan?

3. Berpakaianlah dengan layak dan pantas
Ini berkaitan dengan nomor satu di atas namun tentang pakaian ini harus diberi penegasan dan penekanan karena kadang ada di antara umat kurang berpakaian secara pantas dan layak ke Gereja. Ini barangkali dipengaruhi pemikiran bahwa setelah dari Gereja akan pergi ke tempat lain untuk pesta, santai, pertemuan umum sehingga pakaian yang dipakai bukan pakaian yang pantas untuk ke Gereja tetapi untuk ke pesta atau acara sosial lainnya. Lebih baik memakai pakaian yang maksimalis dan harga hemat daripada pakaian minimalis tetapi harganya mahal. Ke gereja bukanlah mau menunjukkan pakaian atau penampilan tetapi “hatimu.” Gereja bukanlah tempat untuk pertunjukkan tetapi tetap tempat rohani untuk memuji, memuliakan dan meluhurkan Allah.

4. Bacalah Kitab Suci
Orang katolik wajib membaca Kitab Suci karena itu jangan simpan Kitab Sucimu begitu lama sehingga sampai kamu tidak tahu di mana lagi Kitab Suci tersimpan. Atau Kitab Sucimu tetap baru karena terus tersimpan dan tidak pernah dibuka dan dibaca. Supaya kamu lebih gampang mengerti isi dan pesan kotbah maka bacalah sebelum kamu pergi ke Gereja. Ada umat Kitab Sucinya baru terus sepanjang masa.

5. Memelihara keheningan dalam kebersamaan
Benar bahwa kamu perlu memelihara relasi pribadi dengan Tuhan dan ini adalah salah satu tujuanmu pergi ke Gereja. Namun perlu diingat bahwa kamu adalah bagian dari umat lain dan Gereja adalah kumpulan orang percaya yang beribadat kepada-Nya. Maka jagalah keheningan dalam kebersamaan. Mungkin orang yang berada di belakangmu sedang berdoa dan hargailah itu. Jangan kamu asyik berbicara satu sama lain dengan teman dan orang lain.

6. Kitab Suci versus Gadget (Blackberry, HP, Ipad, Samsung, android, dst.)
Dulu umat setia membawa Kitab Suci ke Gereja tetapi sekarang umat rasanya lebih tergerak membawa HP/gadget. Sekarang kadang buku lagu pun sudah mulai tertinggal dan digantikan dengan HP/Gadget dst. Kalau kita lupa membawa HP ke Gereja kita akan merasa ada yang kurang dan harus kembali ke rumah mengambilnya padahal Perayaan Ibadat Ekaristi sudah mulai. Kecanggihan tehknologi memang bisa memperlancar pekerjaan kita termasuk Perayaan Ekaristi. Namun apakah anda siap menerima era tekhnologi ini? Atau dengan kata lain semoga anda tidak tergoda untuk asyik memegang alat canggih itu saat yang tidak perlu. Anda asyik ber-BBM ria saat kotbah dst. Keluhan; Imam mengangkat tubuh dan darah Kristus waktu Misa (Doa Syukur Agung) diambil fotonya, orang membaca bacaan dst diambil juga fotonya? Paus Fransiskus mengkritik semua kita dalam hal ini.

7. Berpartisipasi
Dalam liturgi Perayaan Ekaristi ada bagian khusus di mana anda lebih diharapkan partisipasi hati dan namun ada bagian lain dimana dituntut aktif secara verbal khususnya dialog dan lagu-lagu. Maka semangatlah menunjukkan partisipasimu karena bernyanyi lagu rohani (Gereja) dengan baik dan tulus sama dengan dua kali berdoa sebagaimana orang latin katakan bene cantat bis orat.

8. Memberi dengan tulus
Salah satu partisipasi lain yang diharapkan darimu ialah menunjang dan mendukung program gereja supaya berjalan sesuai dengan yang diharapkan sehingga palayanan umat tetap terlaksana dengan baik. Berilah sumbangan atau kolektemu dengan tulus ikhlas dan jangan dibarengi dengan gerutuan dan sungut-sungut. Berilah sesuai dengan kemampuanmu dan kamu tidak pernah dipaksa.

9. Kesatuan hati dengan umat lain
Benar kamu tidak saling mengenal dengan kebanyakan umat lain karena berasal dari tempat yang berbeda. Namun ketidak saling pengenalan itu bukanlah halangan untuk menciptakan kesatuan hati satu sama lain. Kalau kamu menyadari bahwa kamu dan orang lain memuji dan menyembah Allah yang sama, menerima Yesus yang sama lewat hosti kudus maka kamu akan menganggap orang lain sebagai keluarga kristenmu, sahabat kasihmu. Kamu dipersatukan dalam perayaan, satu iman, satu doa, dan satu sakramen maka hendaklah kamu saling menghargai dan setia saling berbagi damai.

10. Kehadiran yang sempurna
Berusahalah datang pada waktunya dan pulang pada waktunya. Jangan datang terlambat dan pulang sebelum waktunya. Kehadiran yang sempurna di sini ialah hadirlah sebelum mulai Perayaan Ekaristi dan pulanglah selesai berkat dan lagi penutup. Ingat sahabatku hanya satu setengah jam saja kamu berada di rumah Tuhanmu maka buatlah itu secara maksimal dan berkualitas. Kalau di tempat lain kamu bisa berjam-jam.


Yos'Ivo Ofmcap Yosin

Tugas Manusia adalah Memanusiakan Manusia


Demikian ujar Multatuli. Bahwa tugas manusia yang hidup itu adalah untuk memanusiakan manusia!
Melihat Indonesia kini, kita telah jauh dari semangat awal kita berdiri dan mendeklarasikan diri sebagai sebuah bangsa yang berdaulat dan menjunjung tinggi kemanusiaan. Kita lebih banyak disibukkan membenci daripada mencintai. Tak ada lagi ruang untuk berbagi cinta, yang ada hanya saling menebarkan benci.
Lantas apa yang kita harapkan dari itu semua? Buat apalagi kita mendaulat diri sebagai sebuah bangsa beradab jika yang ada hanya kebencian? Bukankah bangsa ini merdeka karena cinta yang sama kepada kemanusiaan tanpa memandang suku, agama, ras, dan warna kulitnya?
Kita melihat realitas sosial masyarakat kita hari ini sungguh jauh dari semangat toleransi, apalagi memanusiakan manusia. Kita lebih banyak disuguhkan oleh sikap saling membenci dan menghakimi hanya karena perbedaan keyakinan atau pendapat.
Memang tak ada yang salah dari membela keyakinan/kepercayaan. Tapi pantaskah dilakukan dengan cara mencela keyakinan/kepercayaan orang lain sampai membenci dan menghakimi keyakinan orang yang tak sepaham dengan kita? Rasa-rasanya semua ajaran keyakinan dan agama tak mengajarkan itu. Karena dasar moralitaslah semua agama dan keyakinan disebarkan.
Semua agama dan keyakinan mendasarkan ajarannya kepada moralitas, dan alasan moralitaslah semua perbuatan manusia dilakukan. Seperti perkataan Mahatma Gandhi dalam buku Semua Manusia Bersaudara, moralitas adalah dasar dari segalanya, dan kebenaran adalah hakikat dari moralitas.[1]
Maka selayaknyalah kita menjunjung tinggi kemanusiaan dengan menerapkan nilai moralitas dalam bertingkah laku di masyarakat. Tentunya mesti mulai dari dalam pikiran, seperti perkataan bung Pramoedya Ananta Toer dalam tetralogi buru, Bumi Manusia, seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan.[2] Dasar moralitas ini adalah menentang segala bentuk ketidakadilan, kekerasan, dan  segala bentuk rasisme, kejahatan kepada manusia dan kemanusiaan.
Lantas ke mana rasa moralitas kita melihat begitu banyaknya kasus pelanggaran kemanusiaan yang terjadi di sekitar kita? Hampir setiap hari kita disuguhkan oleh pelecehan bahkan kekerasan kemanusiaan. Baik itu berupa rasisme, intimidasi, bahkan kekerasan fisik, semua begitu sering dipertontonkan di tengah-tengah kita tanpa ada rasa berbelas kasih sekalipun. Bahkan lebih banyak tak peduli. Dan yang paling miris malah menyalahkan para korban.
Inilah ironi yang terjadi di tengah-tengah  masyarakat kita yang ‘beradab’ dan menjunjung tinggi ‘moralitas’ yang entah ‘moralitas’ itu benar-benar ajaran kepercayaan/agama mereka.
Jika benar kita merasa manusia beradab dan menjunjung tinggi moralitas, semestinya kita akan mengecam keras segala tindak kekerasan dan kejahatan terhadap kemanusiaan, apa pun bentuknya! Karena kejahatan terhadap kemanusiaan adalah kejahatan kepada semua manusia atau yang merasa masih manusia.
Manusia dan kemanusiaan adalah hal yang sangat penting untuk dipahami makna dan peranannya dalam kehidupan. Manusia belum tentu bisa menjadi manusia ‘seutuhnya’ tanpa memahami kemanusiaannya. Kemanusiaanlah yang memahamkan kita tentang moralitas, dan moralitaslah yang menjadi dasar kita hidup dalam bermasyarakat.
Mari kita mulai kembali menjadi saudara dalam kemanusiaan jika tak bisa dalam satu keyakinan/agama. Bukankah setiap keyakinan/agama yang kita anut mengajarkan kita cinta kepada setiap makhluk di muka bumi? Bukankah kita manusia sama-sama tercipta karena cinta Sang Pencipta dan kasih Tuhan? Lantas kenapa kita tak melakukan hal yang sama kepada sesama kita, makhluk yang diciptakan?
Manusia adalah dia yang menebarkan cinta kasih kepada sesamanya
Manusia adalah dia yang menolak ketidakadilan
Manusia adalah dia yang melawan segala bentuk kezaliman
Manusia adalah dia yang melawan setiap tindak kejahatan
Manusia adalah dia yang memanusiakan manusia
[1] Mahatma Gandhi, Semua Manusia Bersaudara, Yayasan Pustaka Obor Indonesia, Jakarta, 2016, hlm.9.
[2] Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia, Lentera Dipantara, Jakarta Timur, 2018, hlm.77.
Videos

Tags