Latest News

Wednesday, August 12, 2015

"Saya Benci Bersaksi"

 
"Saya Benci Bersaksi"

www.J.MarselloGinting.com
( 16 ) DICK INNES "Saya Benci Bersaksi" Gunung Mas, Malang, 1985

*LEGALISME*
- membeli kebaikan para pemimpin Kristen
- orang Kristen yang baik = melakukan itu dan tidak ini itu
- membelenggu orang merusak secara tidak matang
- membunuh jiwa "Dimana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan" II Kor   3:17 ayat 17
Dkl. Perasaan bersalah = pada orang dlm keadaan yg keliru
Legalisme = pendorong dari luar - yang keliru   ( p.24)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Keduanya bekerja sama "saling menghidupi"
LEGALISME MEMBAWA MAUT
- Tujuan utama-motif yang baik
- Tidak terikat pada hukum yang dapat membunuh jiwa
- Orang salah menjalankan tugas bersekutu dengan Allah  (p.26 )
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
LEGALISME MEMBUAT ORANG TERBELENGGU
- Hukum bukan membelenggu orang tetapi membebaskan
- Disiplin sering mempererat, membelenggu. Hati-hati
- Kesombongan rohani = menganggap diri benar!    
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
LEGALISME ITU PENUH DOSA
- Dosa tak sekedar melanggar peraturan tertentu
- Dosa = menghalangi kedewasaan manusia
- Alkitab mengatakan perbuatan salah karena merugikan kepribadiaan   manusia. Legalis = merusak kepribadian.   (p.27a )
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
LEGALISME ITU SEPERTI IBLIS
- Galatia meninggalkan kebebasan mereka dalam Kristus
- Beban hukum terlalu keras - memenuhi kritik
- Kutukan
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
LEGALISME BERSIFAT SEPERTI ORANG FARISI
- Orang Farisi mempunyai peraturan dan ketetapan bagi sesama
  aspek kehidupan-tetap hubungan dengan rakyat jelata tidak ada
- Jadikan kekuatan teologi  (p.27 )
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
LEGALISME BERSIFAT OTORITER
- Farisi - otoriter - motif motif mereka semua salah
- menutupi kekuatiran batin mereka.
- Yesus berbicara dengan kuasa. tidak otoriter, pasti nyata dan tidak     mengendalikan manusia tetapi mengasihi)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
AKHIRNYA, LEGALISME MERUSAK HUBUNGAN
- Sering kesalahan bersembunyi dibalik peraturan
  tidak memperlihatkan mereka yang sebenernya
- Kekristenan sejati dan kerohanian yang benar tidak dapat dipisahkan     dari hubungan manusia yang akrab.   ( p 29 )
==========================================================
K A S I H 
Biarlah Kasih yang merupakan Motif Anda
Kasih adalah hubungan, bukan peraturan. Kasih berarti menerima orang lain tanpa syarat entah mereka sependapat dengan saya atau tidak. Kasih adalah tanggung jawab untuk pertumbuhan orang yang dikasihi itu, bukan menjadikan orang itu budak dibawah kekuasaan saya. Ini tidak berarti bahwa kita juga menjadi eksterm dan mengabaikan seluruh peraturan. Tidak sama sekali.
Yesus menjelaskan bahwa Ia tidak datang untuk meniadakan hukum Taurat melainkan untuk menggenapinya (Matius 5:17). Paulus juga berkata bahwa kebebasan kita didalam Kristus bukanlah izin untuk berbuat sesuka hati kita (Roma 6:1-2). Bila saya sungguh-sungguh mengasihi sesama manusia saya, saya akan berbuat baik kepada mereka. Saya tidak akan mencuri dari mereka. Saya tidak akan berdusta kepada mereka. Saya tidak akan memaki mereka. Saya tidak akan bergunjing tentang mereka. Dan saya tidak mau melukai atau meperalat mereka dengan cara apapun. Karena itu, biarlah kasih yang merupaakn motif Anda-bukan perasaan bersalah atau legalisme.
Seperti yang dikatakan Paulus,
perasaan bersalah yang dibuat manusia (dukacita yang dari dunia) menghasilkan kematian dan legalisme (hukum yang tertulis) mematikan (II Korintus 7:10 dan 3:6)
Menyampaikan pesan Kristen secara efektif bukan dengan mengikuti serangkaian peraturan atau didorong oleh perasaan bersalah. Menyampaikan pesan Kristen adalah suatu cara hidup dan pada titik inilah semua kesaksian yang efektif bagi Kristus seharusnya dimulai,
Allah ingin Anda bebas dari belenggu dan perbudakan seperti ini. Waktu melawan legalisme, Paulus menulis, "Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan" (Galatia 5:1)
==============================================================
KARUNIA MEMBERITAKAN INJIL SECARA PRIBADI (9B)
Diantara 12 murid Yesus mungkin hanya satu orang yang mempunyai karunia untuk memberitakan Injil secara pribadi. Ia adalah ANDREAS.
ANDREAS:  - memperkenalkan Petrus kepada Yesus
                       - menemukan anak laki-laki dengan 2 ikan dan 5 roti                                             membawa kepada Yesus
                       - memperkenalkan penaya-penaya Yunani kepada Yesus
Walau demikian untuk MEMBERITAKAN INJIL SECARA PRIBADI SELALU                                            DAPAT DIPELAJARI BILA SESEORANG INGIN                                            MELAKUKANNYA.
KOMUNIKASI BUKAN SEKEDAR KATA-KATA (38T)
KOMUNIKASI melibatkan seluruh kepribadian. Oleh karena itu untuk                            MEMBERITAKAN PESAN SECARA EFEKTIF orang harus                            mengetahui PESAN LENGKAP YANG SEDANG IA                            SAMPAIKAN.
ORANG TERSEBUT PERLU MENGETAHUI BAGAIMANA:
- MENAMPILKAN DIRINYA DAN MENYAMPAIKAN PESAN LISAN
Menurut Albert Mehrabian "Silent Messages", Belmont, CA:Wadsorth Publishing Company, Inc, 1971, hal 42-44 & 142 menjelaskan:
                      Dalam semua komunikasi, apa yang dirasakan orang selalu                            dikomunikasikan bila tidak melalui kata-kata maka melalui                               nada suara atau ratusan isyarat nonverbal.
Menurut dia bahwa seluruh pesan (38B)
- 7% melalui kata-kata----apa yang dipikirkan pembaca
- 38% melalui nada suara---- pernyataan tentang apa yang ia rasakan
- 55% melalui bahasa tubuh
Bahasa tubuh mencakup - ekspresi wajah, gerakan isyarat, kontak mata,                                                      sikap tubuh, pakaian, sentuhan, dekat atau                                                           jauhnya jarak fisik, dan aneka ragam                                                                       perbuatan (39A)
DKL: Bagaimana perasaan si pembicara sungguh tidak disembunyikan,               dan sangat berperan penting. 
Seperti kata Mahrabian "Semakin besar engkau menyukai seseorang,                                                       semakin bayak waktu yang kemungkinan                                                              engkau gunakan untuk melihat matanya ketika                                                    engkau berbicara dengannya. Berdiri dekat                                                          lawan bicaramu dan berhadapan muka secara                                                     langsung (yang mempermudah kontak mata)                                                       juga menunjukkan perasaan positif"
Waktu menyampaikan INJIL sebagai saksi, komunikasi hanya efektif bila kata-kata kita sesuai dengan diri dan perasaan batin kita. Ini membuat kesaksian kita nyata. Karenanya untuk menjadi ALAT KOMUNIKASI EFEKTIF, kita perlu terkait dengan semua perasaan kita (Roh - Jiwa - dan tubuh) yang dianugerahkan Allah. (41B)
==============================================================
BERSIKAP NYATA (BERSIFAT MANUSIA) = HARAPAN SETIAP MANUSIA (44T)
Bila kita datang dengan menunjukkan sikap seolah-olah lebih suci dari orang lain atrau dengan kepala kita dipenuhi oleh ayat-ayat Alkitab, kita hanya membuat orang lain mundur. (44)
Untuk menjadi pemberita pesan Kristus yang efektif kita perlu:
       - menjadi manusia biasa yang realistis terhadap diri kita dan terhadap            hidup ini
       - menjadi manusia yang jujur dan tulen (utuh) (44B)
Alasannya: - agama Kristen untuk orang-orang berdosa, bukan untuk                                "orang-orang kudus" yang mengakui kelemahan mereka                                  dan MENGETAHUI BAHWA MEREKA MEMERLUKAN                                        SUATU KUASA DI LUAR DIRI MEREKA, bila mereka ingin                                merubahnya. (44)
Menjadi seorang Kristen:
       - bukan berarti tidak pernah gagal, tetapi mengakui ketika Anda gagal          (45T)
SERING:
Kesaksian dan pesan Kristen secara terang-terangan tidak realistis dan jauh terlalu sederhana. Kita berpura-pura menjadi apa yang bukan diri kita. Kita melukis gambaran yang begitu cerah mengenai kehidupan Kristen sehingga menjadi tidak realistis. Dan kemudian kita manakan orang lain untuk menyesuaikan diri dengan harapan kita yang tidak realistis dan kita menjadi takut sendiri untuk bersikap yang sebenarnya

CONTOH: Nyanyian seperti "Tiap hari sertaNya, termanis" atau "Datang                                                           dikaki Tuhan, sebab kutahu Dia Pelepas,                                                               dan segera bebanku pun hilang"
Lagu-lagu itu kedengarannya bagus tapi tidak realistis. Orang nonKristenpun mengetahui.
                  - menjadi Kristen belum tentu membuat kita senang atau                                     membuat beban kita hilang (46A)
Menjadi Kristen tidak menghancurkan sifat manusiawi kita. Sebagai manusia, kita kadang-kadang mengalami hari yang sulit. Dan ada beberapa beban kita yang tidak akan diangkat sebelum kita mati. (46A)
==============================================================
APA YANG MEMBUAT ORANG TIDAK REALISTIS
Ada banyak sebab mengapa orang Kristen sukar bersikap nyata, karena beberapa alasan:
1. takut akan tekanan masyarakat
2. takut dikenal
3. takut ditolak
4. takut Allah
5. takut orang tua.
Ad. 1. Takut akan tekanan masyarakat (47A)
   - penyesuaian diri, mausia selalu takut lain daripada yang lain. Yang              mengikuti keinginannya sendiri sering menjadi kesepian dan terasing         dari sesamanya.
     contoh: Galileo (1564-1642) yang menyimpang dari norma                     kepercayaan atau kebiasaan.
   - Jujur terhadap diri sendiri dapat sangat menakutkan dan sulit. Dan              oleh karena itu kita lakukan sesuatu dengan mengingat bagaimana             orang lain akan berpikir tentang diri kita.
   - Dkl. kita tidak jujur kepada diri kia sendiri, tidak dikendalikan oleh RK,          tetapi oleh orang lain
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ad. 2. Takut dikenal
- Takut mengenal diri sendiri dan takut dikenal orang lain, alasan     mengapa kita sulit menunjukkan sifat asli kita. Kalau saya katakan     tentang diri saya, Anda tidak suka. Perlu mengaku kepada sesama (Yoh     5:16 "Hendaklah kamu saling mengaku dosa/doa"
- Selama saya menyangkal kenyataan diri saya dan keberdosaan saya,         saya tidak dapat berhubungan dengan orang lain atau memberitakan         Kristus secara efektif. (49T)
- Dengan bertemu untuk berbagi pikiran dan bukan dari hati ke hati,         bukan perkenalan
- Orang kudus yang sejati tidak ingat akan kekudusannya, sangat       menyadari ketidak layakkannya, peka terhadap kegagalannya, mengaku    bahwa dia orang berdosa. (50A)
- Contoh: Daud yang dikasihi Allah (banyak dosa)II Sam 11:1-17) dikasihi     km = jujur terhadap diri sendiri, mengakui dosa, mengungkapkan       perasaannya (Mz 51/ay. 8)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ad. 3. Takut ditolak
- Banyak orang tidak mau berlaku curang dalam ujian akhir, atau     berbohong, tetapi kita begitu pandai menyembunyikan perasaan dan diri   kita yang sebenarnya. Mahir berpura-pura menjadi orang yang bukan      diri kita sendiri yang sebenarnya.
- Bukan berarti kita mengumbar, memperlihatkan perasaan kepada setiap    orang misalkan perasaan, perselisihan, perasaan perlu dihadapi,     dibereskan, bukan dibekukan
- Contoh: I Pet 2:1-2 'jangan hanya berpura-pura baik! Hentikan      ketidakjujuran.. tumbuhlah menjadi kuat" Berhentilah berpura-pura      menjadi utuh dan lengkap 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ad. 4. Takut Allah
- kamu jatuh ke dalam dosa, kita menekan diri dan bersembunyi. (Kej 3:9   -10) Adam merasa berdosa, merasa bersalah, telanjang, sembunyi. takut    ditolak Allah. Adam membela digoda Hawa, dan terakhir               mempersalahkan Tuhan juga. Kitapun takut memperlihatkan keadaan         kita yang sebenarnya.   Tragedi yang besar. Mula-mula kita bersembunyi dari Allah, kemudian   dari orang lain, terakhir kita bersembunyi dari diri kita sendiri sampai kita   tidak mengetahui siapa dan apa sebenarnya diri kita. Kita jadi kering,   kosong, kesepian, dingin, jadi sakit secara jasmani.
Dkl- sebagai pewarta kasih kristus sama sekali tidak efektif. Kita mungkin MENYAMPAIKAN BERITA tentang Kristus, tetapi kita tidak MENYAMPAIKAN DIRI KRISTUS. dua hal yang sangat berbeda.  ( p.53 )
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ad. 5. Takut orang tua
- pelajaran yang salah dari orang tua, kita dilarang menyatakan perasaan   kita. Kita diajar untuk tidak berdusta kepada orang lain saat yang sama   kita dikekang.
==============================================================
Roh Kebenaran
"Berbicara bear, bekerja benar, hidup benar" adalah apa yang membuat orang dapat dipercaya. Dan keadaan dapat dipercaya disertai keadaan dipenuhi Roh Kudus adalah yang membuat pemberita Kristen sungguh-sungguh efektif. Tetapi, kita hanya dapat dipenuhi Roh Kudus sejauh kita bersikap jujur terhadap diri kita. Roh Kudus adalah Roh kebenaran (Yohanes 16:13)
Hanya jika kita bersikap jujur, kita dapat dipenuhi oleh Roh kebenaran. Bidang kehidupan kita yang kita tutup terhadap diri kita sendiri dan terhadap orang lain, juga ,kita tutup terhadap Allah dan terhadap Roh Kudus.
Karena itu untuk menjadi pemeberita Kristen yang efektif, kita perlu bersikap terbuka dan jujur terhadao diri kita sendiri, terhadap orang lain dan terhadap Allah.
Tidak ada jalan lain.
==============================================================
JANGAN MEMBERI NASIHAT
Dr. Chuck Rodst:
Memberi nasihat, terutama bila tidak diminta atau tidak diinginkan sama dengan merendahkan. Hal itu menunjukkan bahwa saya mengetahui lebih banyak dari Anda. Saya lebih mampu dari Anda untuk memberi tahu Anda apa yang seharusnya Anda lakukan.
Yang menjadi persoalan adalah:
Nasihat tidak menyelesaikan masalah.
Menolong Anda melihat pilihan Anda dan sampai membuat keputusan Anda sendiri jauh lebih berguna untuk pertumbuhan kita berdua. (68T)
==========================================================

D O S A    ( p 157 )

Kita cenderung melihat dosa hanya sebagai tindakan yang terlihat dari luar, tetapi tindakan yang terlihat dari luar ini hanyalah ujung dari gunung es. Dosa adalah apa saja yang kurang memiliki kesempurnaan yang direncanakan Allah bagi kita. mencakup semua emosi kita yang rusak, kepribadian kita yang terlika, motif kita yang kacau, konflik batin kita yang tak terpecahkan, dan emosi negatif kita yang tertekan.
Ini semua penyakit yang mebelenggu kita pada diri kita sendiri dan menyebabkan kita bertindak dengan cara yang penuh dosa.
Ini jadi penghalang yang memisahkan kita dari Allah, dari orang lain, dari diri kita sendiri, sehingga kita tidak lagi tahu siapa atau apa kita sebenarnya.
DOSA = gunung es seutuhnya, bukan hanya puncak luarnya
Sebelum yesus mengangkat perbuatan dosanyya, Yesus terlebih dahulu memenuhi kebutuhan pokok dalam hidpnya, kebutuhan yang menyebabkannya berbuat dosa.
==============================================================
Untuk menjadi pemberita (penginjil) yang efektif
 Rumusnya sederhan:
(160A)
- Kenalilah Allah
- Kenalilah diri Anda sendiri
- Kenalilah manusia
- Selalu tunjukkan pesan Anda untuk memenuhi kebutuhan yang mereka    rasakan
Ini adalah cara Kristus berkomunikasi. Tidak ada cara yang lebih baik berkomunikasi selain cara itu. (160T)

www.J.MarselloGinting.com

No comments:

Post a Comment

Tags