Latest News

Wednesday, August 12, 2015

"Deus Caritatis Est"



"Deus Caritatis Est"

Oleh : www.J.MarselloGinting.com
Karya Kasih,Seminar "Deus Caritatis Est"Keuskupan Agung
Jakarta,July,2006

PROGRAM KRISTIANI
Program Kristiani - adalah program Orang Samaria yg murah hati, yg tak 

lain adalah PROGRAM YESUS, adalah "Hati Yang Mencari" (Lk 10:31)
Hati mencari dimana kasih dibutuhkan dan diwujudkan didalamnya. (32)
* merupakan patokan yang mendorong diwujudkannya kasih universal 

pd mereka yang membutuhkan, mereka yang kita temukan secara 

kebetulan. (Lk 10:31)
Faham 'sesama' yg lama: komunitas terdekat sbg bgs atar neg. tertentu 

DIBONGKAR disamping diperluas pd semua umat manusia. Namun, 

memanggil pd perwujudan komitmen praktis KINI dan DISINI. (13)
=============================================================

=================================
Karya Kasih,Seminar "Deus Caritas Est",Julius,Kardinal
Darmaatmojo,July 2007.

BAIK TANPA KASIH, NO!
"Demikian juga jika hidup saya sepenuhnya tidak mampu 

memperhatikan sesama, hanya secara eksklusif ingin menjadi "saleh" 

dan hanya mau menjalani "kewajiban-kewajiban religius" belaka, maka 

relasi saya dgn Allah akan kering dan layu. 
Itu memang baik, tapi tanpa kasih" (DC 18) P. 11B
Hanya dlm kesediaan untuk menjalin relasi dgn sesama dan 

menampakkan kasih kpd mereka kita akan semakin peka akan Allah.
Hanya jika saya melayani sesama maka saya dapat terbuka akan apa yg 

Allah kerjakan pd diri saya dan mengenalo betapa Dia begitu mencintai 

saya" DC 18 P.12A
=============================================================

================================
Terutama KAWAN-KAWAN SEIMAN
Galatia 6:10
"Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita 

berbuat baik kpd semua orang, tetapi terutama kepada kawan-awan kita 

seiman" (18)
Bdk. Karya Kasih, Julius Kardinal, P. 18B
=============================================================

================================
Karya Kasih,Seminar "Deus Caritas Est",Julius,Kardinal
Darmaatmojo,July 2006.

Karya Kasih Allah = Karya Kasih -Tritunggal MahaKudus
Bdk. Mt 25,40 (31-46)
Santo Agustinus: "Jika kamu melihat kasih, kamu memandang 

Tritunggal" (De Trinitate, VIII, 8, 12: CCL 50, 287)
"Kasih akan Allah dan kasih akan sesama tidak terpisahkan. Keduanya 

membentuk SATU PERINTAH TUNGGAL. 
Namun keduanya hidup dari kasih Allah, yang terlebih dahulu mengasihi 

kita" (Deus Caritas Est 18) Bdk Mat 25:40

Deus Caritas Est = ensiklik pertama yg ditulis oleh Bp. Suci Benediktus 

XVI. Surat ini selesai ditulis pada hari Natal 2005 dan dipublikasikan 

menjelang akhir Jan 2006. 
Isinya diinginkan Beliau: mencerminkan pokok pelayanannya sebagai 

Paus.
Ia ingin menegaskan bahwa TUHAN DAN CINTA ITU BERPADU.'Deus 

Caritas Est'
Allah berkarya didunia: 
Sebagai kasih, karena/demi kasih, dan utk kasih
Dkl. Karya kasih kalau terlihat kesatuan dgn Allah! (6B)
NB. DCE seluruh terdiri dr 42 nomer (7B)
=============================================================

=================================
---Deus Charitas Est (DCE)---

HAL PENDERITAAN
"Adalah St. Augustinus yg memberi kita jawaban iman akan penderitaan 

kita" Sicomprehendis, non est Deus.
     "Kalau kamu memahaminya, Dia bukanlah Allah:
Bagi umat beriman: 
adalah mustahil membayangkan bahwa Allah itu tdk berdaya atau 

"barangkali ia tidur"
(I Raj 18:27) (44T)
Umat Kristiani harus percaya: 
"Nyata kemurahan Allah dan kasihNya kpd manusia" 
(Tit 3:4) D. (38)
=============================================================

=================================
---Deus Charitas Est (DCE)---

DOA adalah:
- bukan mengubah rencana Allah atau mengoreksinya, 
  apa yg telah ditetapkanNya
- membangun relasi dgn Bapa Yesus Kristus dan memohon agar Allah 

hadir dlm bimbingan penghiburan Roh Kudus   dlm dirinya dan 

karyanya.
  Relasi pribadi dgn Allah mencegah fanatisme dan terorisme.
- keluh kesah kpd Allah seperti Ayub: ada penderitaan di dunia yg tdk 

terpahami terasa pula tdk adil. 
  (Ayub 23, 3.5-6 . 15-16)
- berteriak "Allahku, Allahku mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (Mt 

27:46)
  sering kita tdk dapat memahami mengapa Allah menolak campur 

tangan Bdk. Why 6:10 (DC. 38)
=============================================================

=================================
---Deus Charitas Est (DCE)---

Relasi Mendalam dgn Allah = Doa
Dalam surat Prapaskanya ditahun 1996, Beata Teresa menulis pada para 

rekan kerja awamnya,
"Kita membutuhkan relasi mendalam dgn Allah dlm hidup kita 

sehari-hari. Bagaimana kita dpt memenuhinya ?
Dengan doa !?" (DC. 36) (42T)
=============================================================

=================================
---Deus Charitas Est (DCE)---

PERSEMBAHAN TERBESAR KASIH
Meski terbuka bagi kerja sama dengan organisasi-organisasi lainnya 

dalam melayani berbagai bentuk kebutuhan, tetapi didalamnya tetap 

perlu ada penghargaan akan apa yang menjadi ciri menentukan akan 

pelayanan yang dimintakan Kristus dari para muridNya.
Santo Paulus, dala kidung kasihnya (lih 1 Kor 13) mengajarkan kepada 

kita bahwa kasih lebih daripada sekedar suatu aktivitas, "Sekalipun aku 

membagi-bagikan segala sesuatu yg ada padaku.bahkan menyerahkan 

tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, 

sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku" (1 Kor 13,3), Kidung tersebut 

merupakan suatu Magna Charta bagi semua pelayanan gerejani;..." (DC 

34)
"Aktivitas praktis tidak akan menjadi penuh, jika tidak secara nyata 

mengungkapkan kasih akan manusia, kasih yang bersumber pada 

perjumpaan dengan Kristus. tindakan terdalam diri saya untuk ambil 

bagian pada kebutuhan dan penderitaan sesama mnjadi suatu wujud 

ambil bagian keseluruhan diri saya dgn mereka; agar pemberian saya 

tidak merendahkan, saya harus memberikan kepada sesama tidak saja 

sesuatu yang dari milik saya, namun memberikan diri saya sendiri; Saya 

harus secara personal hadir dalam apa yang saya berikan." (DC 34)
=============================================================

=================================
Kasih Akan Allah & Kasih Akan Sesama menjadi Satu.
(Deus Caritas Est - Karya Kasih)

Perumpamaan tentang pengadilan terakhir (lih Mat 25,31-46), dimana 

kasih menjadi kriteria bagi keputusan akhir tentang berharga atau 

tidaknya hidup manusia. Yesus mengidentifikasikan dirinya dengan 

mereka yang membutuhkan. "Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk 

salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah 

melakukannya untuk Aku" (Mt 25,40). Kasih akan Allah dan kasih akan 

sesama menjadi satu: dalam diri mereka yang hina kita menemukan 

Yesus sndiri, dan dala Yesus kita menemukan Allah. (bdk. DC 15)

=======================================================
---Deus Charitas Est (DCE)---

KEADILAN DAN PENCURI

Tata keadilan dalam masyarakat dan negara merupakan tugas
tanggungjawab utama politik. Agustinus pernah mengatakan:
"Sebuah Negara yg tidak dipimpin sesuai dgn keadilan 
hanya akan menjadi kumpulan para pencuri ", Remota itaque
iustitia quid sunt regna nisi magna latrocinia" ( DC 28 )

Negara dan Gereja berada dalam dua wilayah yg berbeda,
namun toh saling berkaitan satu sama lain. ( DC 28 )

Keadilan merupakan baik tujuan maupun kriteria dasariah
kehidupan politik.Politik tidak hanya sekedar suatu mekanisme
untuk menetapkan aturan ruang kehidupan,sebab asal
dan tujuan politik adalah keadilan,yang dari hakekatnya
terkait dengan etika. ( DC 28)

Disinilah ajaran sosial Gereja mendapatkan tempatnya:
tidak dimaksudkan utk memberikan ruang kekuasaan
pada Gereja yang melebihi ruang kekuasaan pemerintah.
Tujuannya sederhana, yaitu : membantu untuk memurnikan
akal budi dan memberikan sumbangan, kini dan di sini,
dalam mengenali dan mewujudkan apa yang adil. (DC 28)   
p.21 

=======================================
3 bidang tugas dalam GEREJA
Kesekuruhan tindakan Gereja: yaitu Pewartaan Sabda, Pelayanan 

Sakramen dan Pelayanan Pengembangan Manusia seutuhnya, adalah 

karya kasih Gereja. Semuanya merupakan ungkapan kasih, mencari apa 

yang secara mendasar merupakan sesuatu yang baik bagi umat.
hakekat terdalam Gereja terwujud dalam 3 bidang tugas: (bdk. DC 25)
> pewartaan sabda Allah (kerygma-martyria), perayaan 

sakramen-sakramen (leitourgia), dan perwujudan pelayanan
   kasih (diakonia). (bdk. DC 25)
> Maka bagi Gereja, karitas bukanlah bentuk pelayanan sosial, yang 

dapat dengan begitu saja dilalaikan demi yang 
   lain, namun merupakan bagian dari hakekat dirinya, ungkapan yang 

tak terpisahkan dari keberadaannya.

Kasihanilah Allah dan Kasihanilah Ssm = 1,3 dan 5
=============================================================

================================
Oleh : www.J.MarselloGinting.com

No comments:

Post a Comment

Tags